Jumat, 22 Mei 2009

Langkah membuat usser pada hostpot WLAN 802 11b

Abstrak.

Suatu Analisa yang lengkap dari Industri WLAN tempat hiburan akan berkembang dimasa depan . Dua tahun yang lalu pertumbuhan yang luar biasa yang disaksikan sepanjang;seluruh Wi-Fi Industri telah jadi suatu titik terang di dalam suatu sektor teknologi. Semipenghantar peralatan penjualan sudah menjungjung tinggi, dan penyebaran perangkat keras dan perangkat lunak kedua-duanya keberadaan di pasar perusahaan adalah sempurna.

Wi-Fi yang terus meningkat menyerupai suatu teknologi yang dapat dipercaya dari hotspot, yang menggunakan Wi-Fi untuk menyediakan Internet tanpa kawat mengakses pada penempatan publik, akan memperluas di luar batas rumah dan kantor. Penyelenggara-penyelenggara hotspot sekarang sedang bersaing untuk menjamin/mengamankan hotspot tersebut sebagai hal penempatan yang terbaik .

Penyelenggara hotspot yang bertumbuh cepat saat ini sedang terjadi melawan terhadap suatu latar belakang dari pemakaian jasa;layanan rendah oleh pemakai akhir, mendorong ke arah ramalan hotspot’akan terjadi kemunduran atau kematian dari beberapa sudut industri komunikasi. Bagaimanapun, penyelenggara suatu tempat hiburan sudah mengenali suatu pengertian realisme yang memasuki pasar Ada suatu penerimaan yang, untuk/karena penyebaran jaringan untuk bisa mendukung, menjadi kunci supply-driven(penyedia pelayanan) yang sebagian besar demand-driven( penyedia permintaan).

Menjadi tangtangan management User pada Hotspot dipasaran adalah:

1. Memelihara integritas dan kerahasiaan

2. Melindungi Informasi yang berharga

3. Keseimbangan ongkos

4. Pertimbangkan faktor manusia

Referensi:

1. http://barolo.ita.hsr.ch/vorlesungen/cn1/WLAN_4pages.pdf http://products.datamation.com/wireless/802.11/1047392348.html

2. http://www.80211bnews.com/publications/page309-568267.asp

From ResearchAndMarkets.com

3.11.http://www.researchandmarkets.com/pdfGeneration/getpdf.asp?ID= 29661

The WLAN Hotspot Report: A Complete Analysis of the Industry and 11.Future Evolution of the Hotspot

4.http://www.researchandmarkets.com/reportinfo.asp?cat_id=&report_id=55

3G by Stealth - 802.11 Wireless LANs

Mengenal WLAN.

Wireless LAN yang biasa disingkat dengan WLAN menjadi teknologi alternative dan relative murah untuk diimplementasikan di Indonesia. Kondisi ini terjadi karena mahalnya infrastruktur kabel telepon. Yang menjadi pertimbangan dari teknologi WLAN ini adalah perangkat yang bekerja di frekuensi 2.4GHz atau yang disebut sebagai pita frekuensi ISM (Industrial, Scientific and Medical). Fungsi utama dari wireless LAN adalah untuk menjangkau wilayah LAN yang sulit dicapai dengan kabel tembaga biasa (Copper wire), juga untuk menjangkau pengguna bergerak (mobile-Users). Ada empat komponen utama dalam membangun jaringan WLAN yaitu:

1 Access Point

Merupakan Perangkat yang menjadi sentral koneksi dari klien ke ISP, atau dari kantor cabang ke kantor pusat jika jaringannya adalah milik sebuah perusahaan. Access point ini berfungsi mengkonversikan sinyal frekuensi radio (RF) menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui kabel, atau disalurkan ke perangkat WLAN yang lain dengan dikonversikan ulang menjadi sinyal frekuensi radio

2 Wireless LAN Interface

Merupakan device yang dipasang di Access-Point atau Mobile/Desktop PC, device yang dikembangkan secara massal adalah dalam bentuk PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) card:

a Wired LAN

Merupakan jaringan kabel yang sudah ada, jika wired LAN tidak ada maka hanya sesame WLAN saling terkoneksi.

b Mobile/Desktop PC

Merupakan perangkat keras untuk klien, mobile PC pada umumnya sudah terpasang port PCMCIA sedangkan desktop PC harus ditambahkan PC card PCMCIA dalam bentuk ISA (Industry Standard Architecture) atau PCI(Peripheral Component Interconnect) card.

Access-Point juga mampu menampung ratusan klien secara bersamaan. Beberapa vendor hanya merekomendasikan belasan sampai sekitar 40-an klien untuk satu Access point. Meskipun secara teori perangkat ini bisa menampung banyak namun akan terjadi kinerja yang menurun karena faktor sinyal RF itu sendiri dan kekuatan sistem operasi Access point. Sekarang sistem operasi Access point dikembangkan dengan dasar prosesor i486 dan RAM 4-8 MB. Komponen logic dari access Point adalah ESSID (Extended Service Set Identification) yang merupakan standard dari IEEE 802.111. Dalam segi keamanan IEEE mengeluarkan standarisasi Wireless Encryption Protocol (WWEP), aplikasi yang sudah ada di dalam setiap PCMCIA Card yang berfungsi meng-encrypt data sebelum ditransfer ke sinyal RF, dan meng-encrypt kembali data dari sinyal RF.

Sekarang, bagaimana data bisa bergerak diudara? Wireless LAN mentransfer data melalui udara dengan menggunakan gelombang elektromagnetik dengan menggunakan teknologi SST(Spread-Sprectum Technology) . Teknologi ini memungkinkan beberapa user menggunakan pita frekuensi yag secara bersamaan. SST ini juga merupakan salah satu pengembangan teknologi CDMA ( Code Divison Multiple Access). Dengan urutan kode data ditransfer ke udara dan diterima oleh tujuan yang berhak dengan kode tersebut. Dalam teknologi SST ini ada dua pendekatan yang diapaka yaitu :

· Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS), sinyal ditransfer dalam pita frekuensi tertentu yang tetap sebesar 17MHZ. Direct Sequences adalah memancarkan sinal dalam pita yang lebar (17MHZ) dengan pemakaian pelapisan (multiplex) kode/signature untuk mengurangi interferensi dan noise. Pada saat sinyal dipancarkan setiap paket data diberi kode yang unik dan berurut untuk sampai ditujuan, di perangkat tujuan semua sinyal terpancar yang diterima diproses dan difilter sesuai dengan urutan kode yang masuk. Kode yang tidak sesuai akan diabaikan dan kode yang sesuai akan diproses lebih lanjut.

· Frequency Hoppyng Spread Spectrum (FHSS), sinyal ditransfer secara bergantian dengan menggunakan 1MHz atau dalam rentang sebuah pita frekuensi tertentu yang tetap. Secara periodik antara 20 sampai dengan 400ms (milidetik) sinyal berpindah dari kanal frekuensi ke kanal frekuensi lainnya.

Selain teknologi spread Spectrum dengan metode DSS dan FHSS ada beberapa teknologi alternative lainnya yang masih dikembangkan

  • BlueTooth

Awalnya dikembangkan untuk mengkoneksikan laptop, PDA (Personal Digital Assistance) dan Telepon selular secara wireless dan merupakan generasi mendatang jaringan peer-to-peer. Spesifikasi awal blueTooth ini disiapkan untuk wireless voice dan transmisi data jarak pendek

  • HiperLAN2

High Perfomance Radio LAN type 2 adalah broadband wireless yang beroperasi di frekuensi 5Ghz dengan transmisi bias mencapai 54Mbps. HiperLAN2 dipromosikan oleh FCC (Federal Communications Commission) dan ETSI Broadband Radio Access Network(BRAN) dan lebih banyak dikembangkan di Eropa:

  1. IEE 802.11

Standar IEEE 802.11 mengkhususkan pengembangan teknologi lapisan fisik dan link wireless LAN (Lapisan 1 dan 2 OSI). Ada 6 standar yang dipakai yaitu :

    • 802.11a, 5Ghz dengan teknologi OFDM(Othogonal Frequency Division Multiplex)
    • 802.11b DSSS pada lapisan fisik dengan transfer data 5.5 sampai 11Mbps.
    • 802.11e, pengembangan aplikasi LAN dengan Quality of Service(QoS), keamanan dan autentifikasi untuk aplikasi seperti suara, steaming media dan konferensi video.
    • 802.11f, rekomendasi praktis untuk Multi-Vendor Access Point Interoperability melalui Inter-Access Point Protocol Access Distribution System Support.
    • 802.11g, standard untuk penggunaan DSSS dengan transfer 20Mbps dan OFDM 54Mbps. Standard ini backward-compatible dengan 802.11b dan bias dikembangkan sampai lebih dari 20Mbps.

MembangunJaringan WLAN 802.11b


Yang perlu anda perhatikan sebelum membeli sebuah peralatan Jaringan Wireless adalah teknologi Jaringan Wireless ada berbagai macam seperti WaveLAN, InfraRed, 3G. Teknologi yang murah, mudah pemasangannya, dan diadopsi oleh banyak vendor sekarang adalah jaringan dengan standard 802.11b. Yakinkan bahwa hardware yang anda beli mengikuti standard ini.

Di sini anda akan membuat sebuah jaringan Wireless yang terhubung dengan internet.yang anda butuhkan:

1. Koneksi DSL/Cable Internet.

2. Sebuah DSL Modem/Cable Modem.

3. Sebuah Router yang dilengkapi dengan Wireless Access Point.

4. Wireless Adapter untuk setiap komputer yang akan terhubung.

Kemudian, hubungkan setiap perangkat seperti skema di atas. Hubungan dari Cable Modem ke Router dapat mengunakan kabel UTP biasa (hubungkan ke port WAN). Anda dapat juga menghubungkan sebuah PC ke Router dengan kabel UTP untuk konfigurasi awal Router anda (hubungkan ke port LAN).

Jika semua hardware sudah terpasang, pastikan properties dari Wireless Adapter anda di set ke "Infrastructure Mode". Periksa apakah Wireless Adapter dari setiap komputer anda dapat menerima signal.

Jika semua sudah berjalan, anda telah memiliki sebuah jaringan Wireless 802.11b yang sederhana.

Teknologi Jaringan Komputer Nirkabel

Pada awal tahun 2000 yang lalu, ada beberapa perusahaan Taiwan dan Jepang yang membuat satu terobosan dengan membuat apa yang sering disebut sebagai Wireless in the Box, yaitu perangkat sejenis "ciptaan" Onno Purbo dan kawan-kawan yang dikemas dalam bentuk yang lebih kecil, tanpa menggunakan komputer. Wireless in The Box (WITB) berisi PCMCIA card yang dipasang pada papan elektronik yang dirancang sedemikian rupa hingga dapat memindahkan data dari radio yang ada di PCMCIA ke saluran ethernet.

Ada dua koneksi di dalam WITB, satu sambungan ke antena luar dan lainnya ke sambungan RJ-45 standar ethernet. Sedangkan dua sambungan lainnya adalah standar serial untuk pengaturan awal dan sambungan tenaga listrik ke adaptor 9 volt. Perangkat WITB disambung ke switch atau dalam jaringan lokal, kemudian dengan menggunakan perangkat lunak yang ada kita dapat mengatur berbagai parameter yang ada seperti pengaturan IP address, client dan access point, dan pengaturan lainnya.

Kenapa ditulis WITB? Karena model dan jenisnya sangat banyak dan beragam, mulai dari yang namanya aneh, sampai yang berbau mistik bisa didapatkan di pasaran. Penggunaan WITB makin lama akan semakin banyak, karena infrastruktur yang dikuasai oleh PT Telkom belum bisa memberikan solusi murah dan tersedia di semua daerah. Sementara itu, tidak banyak yang sadar kalau frekuensi 2,4 GHz dengan bentangan gelombang antara 2,4000 GHz sampai 2,4835 GHz, hanya menyediakan 3 saluran (channel) yang betul-betul tidak saling mengganggu. Delapan saluran lainnya yang ada, saling benturan (frekuensi) satu sama lain yang semuanya berdasarkan standar 802.11B.

Hanya tiga perangkat yang secara bersamaan dapat dipakai tanpa berbenturan dalam jarak tertentu. Ini adalah salah satu kelemahan teknologi nirkabel. Biar bagaimanapun, teknologi kabel masih merupakan solusi yang paling baik dan paling tidak rewel. Persoalan pada teknologi LAN menggunakan kabel antara adalah permodalan dan jangka waktu pemasangannya yang cukup lama.

Beberapa pemahaman untuk memanfaatkan teknologi nirkabel, kita harus mengetahui beberapa hal yang paling mendasar, dan jika pengetahuan ini terlewatkan, maka implementasinya akan semrawut. Ada dua jenis gelombang spektrum yang digunakan adalah teknologi nirkabel ini. Satu disebut FHSS (Frequency Hoping Spread Spectrum) yang bekerja dengan meloncat-loncat di antara frekuensi yang sudah ditentukan.

Pada mekanisme spektrum ini, bila terdapat gangguan pada satu frekuensi tertentu, perangkat yang mengikuti standar ini akan berpindah ke frekuensi berikutnya. Perangkat yang menggunakan mekanisme nirkabel ini antara lain adalah bluetooth atau operator selular standar GSM. Mekanisme lainnya adalah DSSS (Direct Sequence Spread Spectrum) yang bekerja pada frekuensi tetap, antara lain bisa dijumpai pada perangkat IEEE 802.11B, W-CDMA.

Teknologi menggunakan pola spektrum FHSS adalah yang paling awal dalam teknologi nirkabel karena hanya mampu memindahkan data maksimum sampai 2 Mbps. Kelebihannya adalah pola ini mempunyai 43 saluran. Sedangkan pada pola teknologi DSSS bisa memindahkan data sebesar 11 Mbps dengan mengikuti standar 802.11B. Informasi lain mengenai kedua pola spektrum kedua jenis teknologi nirkabel ini bisa diambil pada situs web http:// www.bogor.net/idkf/broadbandwireless/WiLan.ppt. Di sisi lain, walaupun standar pemindahan data pada kecepatan 2 Mbps atau 11 Mbps, pada kenyataannya pemindahan data yang terjadi tidak dapat mencapai kecepatan angka tersebut. Hal ini terjadi karena selain memindahkan data, perangkat standar 802.11 juga menjalankan berbagai prosedur untuk dapat saling berkomunikasi.

Untuk perangkat standar 802.11B yang banyak dipakai akhir-akhir ini, real throughput yang bisa dicapai hanya sekitar 4-8 Mbps. Sedangkan pada beberapa perangkat buatan Taiwan hanya sekitar 4-5 Mbps saja. Produk lain buatan AS atau Kanada, pada umumnya mencapai kecepatan pemindahan data sampai 8 Mbps. Untuk menguji real throughput, biasanya digunakan program FTP server dan FTP client pada kedua sisi yang tersambung tanpa kabel, kemudian dilakukan pemindahan data besar yang nantinya akan menampilkan besaran kecepatan data yang bergerak dari ujung yang satu ke ujung lainnya. Pemahaman lain yang juga terkait dengan teknologi nirkabel ini adalah berkaitan dengan jarak antarperangkat. Seberapa jauh kita dapat memasang perangkat ini sangat erat kaitannya antara power atau daya radio untuk standar IEEE 802.11B dengan output radionya yang dibatasi sampai maksimum 13 dB atau 14 dB. Kalau kita menggunakan sebagai sebuah unit luar ruang dengan antena 15 dB jarak yang bisa dicapai bisa sampai 5 km. Persoalan lainnya adalah pemakaian linier amplifier. Tidak dianjurkan untuk menggunakan linier amplifier karena akan meningkatkan gangguan (noise) menurunkan kinerja perangkat lain yang sudah terpasang sebelumnya. Kalau memang dibutuhkan jarak

yang jauh untuk menghubungkan dua titik, sebaiknya menggunakan perangkat yang khusus untuk jarak jauh dan menggunakan frekuensi bukan 2,4 GHz.

Kebisingan biasanya terjadi karena perangkat lain yang bekerja di sekitar 2,4 GHz, seperti microwave oven, perangkat bluetooth, dan sejenisnya. Seperti diketahui, frekuensi 2,4 GHz ini awalnya digunakan untuk industri, ilmu pengetahuan, dan kedokteran atau yang lazim disebut sebagai ISM band. Gangguan disebabkan oleh penggunaan perangkat 2,4 GHz lain yang bekerja pada saluran yang sama.

Peraturan

Sejauh ini pemerintah melalui Departemen Perhubungan belum membuat aturan pasti soal pengaturan penggunaan frekuensi 2,4 GHz yang di AS adalah frekuensi gratis yang digunakan oleh berbagai kalangan. Penggodokan peraturan ini masih dilempar-lempar antara Departemen Perhubungan dan komunitas pengguna nirkabel yang sering disebut IndoWLI dan berkumpul pada milis IndoWLI@yahoogroups.com. Dalam waktu dekat akan ada peraturan yang mengharuskan pengguna perangkat nirkabel untuk membayar pajak atau biaya pendafaran berdasarkan jumlah base station-nya.

Semua kendala dan isu-isu hangat sekitar penggunaan dan pemanfaatan teknologi nirkabel ini masih merupakan masalah yang saling silang serta ada beberapa yang belum dapat dipecahkan dengan cepat, walaupun para pengguna atau calon pengguna berharap sangat besar pada teknologi ini. Mudah-mudahan tidak lama lagi akan ke luar peraturan, sehingga pemakaian dapat lebih tertib, sementara kita menunggu .

Keamanan Wireless LAN 802.11b

Berbagai jenis teknologi jaringan yang menggunakan wireless telah atau akan segera mengangkat pasar bisnis meskipun demikian, wireless lokal area network (LAN) melalui standard 802.11x diperkirakan menjadi standard yang umum dipakai di perusahaan-perusahaan. Produk 802.11b yang beroperasi pada 2,4 Ghz dapat mengirimkan paket sebesar 11 Mbps sebanding dengan performance dari standard ethernet yang menggunakan koneksi kabel. Versi 802.11a beroperasi pada frekuensi yang lebih tinggi dan menjanjikan kecepatan yang lebih cepat secara signifikan. Produk versi 802.11b mempunyai biaya yang lebih kecil dan performance yang lebih kuat. Versi ini banyak dipakai dibanyak departemen atau di kantor-kantor di Amerika dan personal atau di rumah-rumah, sekalipun staff IT dan para administrator management keamanan belum mengenal wireless LAN sebagai suatu pendekatan teknologi.

Paper ini memusatkan pada masalah keamanan management user pada hotspotW LAN 802.11b namun hal ini perlu di ketahui keamanan pada WLAN 802.11b dan yang saat ini dipakai:

Ø Wireless LAN sebagai pengendali bisnis

Penggunaan Wireless LAN mempunyai faktor keunggulan yaitu selalu menyediakan sambungan jaringan tanpa harus memakai kabel. 50 % dari 1000 perusahaan di Amerika menggunakan teknologi ini yang didasari oleh perkembangan teknologi dari standard 802.11x. Akan tetapi system jaringan ini hampir kurang memadai dan kurang perhatian terhadap keamanan informasi. Keamanan dari system jaringan ini sangat menentukan suksesnya suatu kinerja bisnis dan merupakan faktor penting dalam mencapai tujuan perusahaan.

Ø Keamanan Wireless LAN di Perusahaan

Peralatan dari standard 802.11b mempunyai biaya yang rendah hal ini membuat teknologi tersebut begitu atraktive dan membuat para penyerang (attacker) mudah untuk melakukan serangan. Tetapi dengan manajemen yang baik dan setting yang bagus serta didukung oleh peralatan dan perlengkapan yang mendukung yang dimiliki perusahaan hal tersebut dapat diatasi. Pembahasan mengenai hal ini akan dibahas pada bab selanjutnya.



WIFI TANPA KABEL

Keistimewaan utamanya adalah kecepatan. Tanpa menggunakan kabel, teknologi itu bisa diakses di mana saja. Tersebutlah seorang pengusaha yang bergerak dalam bidang jasa konsultasi penjualan dan pemasaran. Perusahaannya tidaklah besar. Kantornya pun hanya menempati dua suite di sebuah gedung tinggi di pusat kota dengan karyawan sebanyak empat orang. Pengusaha itu punya kegemaran nongkrong di kafe meneguk kopi bergelas-gelas. Bahkan pada saat jam kerja kegemaran itu sering dilakukannya. Sebagai pengusaha, di kafe itu ia tidak sekedar nongkrong. Ditemani sebuah notebook, pria 35 tahun itu juga sibuk mengurusi bisnisnya. Notebook-nya selalu dalam keadaan menyala dan terhubung ke koneksi nirkabel yang memungkinkannya berkelana di dunia maya. Lewat dunia itu, ia biasa memeriksa email dan memantau perkembangan bisnisnya. Atau bahkan memindahkan pertemuan dengan klien dari ruang kantornya yang sempit ke kafe itu. “Teknologi ini membuat kafe seolah menjadi pengembangan virtual kantor kami,” ujarnya. Teknologi apa yang dimaksud pengusaha muda tersebut? Tak lain adalah teknologi nirkabel berkecepatan tinggi yang dikenal sebagai Wi-Fi (Wireless Fidelity). Wi-Fi merupakan merek dagang yang dimiliki oleh Wireless Ethernet Compability Alliance (WECA), sebuah organisasi non-profit yang berdiri sejak 1999. Sebenarnya Wi-Fi pertama kali dikenal dengan sebutan Wireless Local Area Network (WLAN).

Wi-Fi adalah sinyal radio yang memancarkan koneksi internet hingga 90 meter. Jika ditempelkan pada modem pita lebar, semua komputer di sekitarnya yang memiliki penerima Wi-Fi bakal bisa masuk ke jaringan internet tanpa melalui kabel. Modem pita lebar tersebut berfungsi menjadi access point Wi-Fi. Access point tersebut menghubungkan jaringan nirkabel dan berkabel bersama-sama dan dapat mengirim serta menerima data antara jaringan nirkabel dengan jaringan berkabel. Masing-masing access point juga dapat meningkatkan total kapasitas dan jarak sistem. Perangkat yang terdiri dari router internet dan radio Wi-Fi dua arah ini amat dibutuhkan untuk akses ke jaringan, tapi tidak untuk koneksi peer-to-peer. Jaringan nirkabel hanya membutuhkan access point ketika menghubungkan notebook ke jaringan berkabel.

Sehingga, bila komputer Anda dilengkapi dengan perangkat penerima Wi-Fi dan selama berada dalam jangkauan base station Wi-Fi, komputer Anda bisa mengirim dan menerima data di mana pun. Teknologi nirkabel ini mirip telepon seluler. Tetapi yang terpenting, Wi-Fi punya kemampuan mengirim data sangat cepat. Bahkan jauh lebih cepat daripada koneksi modem berkabel. Dengan mengaplikasikan spesifikasi 802.11b yang beroperasi pada spektrum atau frekuensi 2.4 GHz dan 5.8 GHz, Wi-Fi memiliki kecepatan koneksi pengiriman data 11 Mbps. Malah terakhir, kecepatan ini bisa didongkrak menjadi 54 Mbps. Ini hampir setara dengan satu jam musik MP3. Teknologi Wi-Fi juga punya kemampuan standar interoperability.

Lantaran koneksinya yang nirkabel, ada kekhawatiran bahwa Wi-Fi tidak aman. Sebaliknya, justru jaringan ini sangat aman. Karena teknologi nirkabel ini memiliki akar dari aplikasi militer yang syarat keamananan sangat diutamakan. Wi-Fi atau WLAN menggunakan teknologi Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS), yang secara ekstrem mampu mengantisipasi perubahan, interferen, jamming, dan pendeteksian. Malah, semua pengguna nirkabel dalam jaringan dapat mengidentifikasi diri mereka dengan sistem ID yang bisa mencegah penyusup yang merugikan. Para pengguna pemilik data yang sangat rahasia dan sensitif pun tak usah khawatir. Buat mereka disediakan Wired Equivalent Privacy (WEP). Software itu juga dapat mengenkripsi sinyal dan memverifikasi data dengan “kunci keamanan” elektronik. Secara umum, node individual pasti mendapatkan keamanan sebelum bergabung dalam lalu lalang jaringan. Dalam hal itu spesifikasi 802.11b menggunakan enkripsi 40-bit dan 128-bit sehingga mampu menyediakan tingkat keamanan jaringan yang tinggi. Jadi secara virtual, mustahil terjadi kesalahan dalam pengiriman data dalam lalu lintas jaringan nirkabel ini.

Jaringan Wi-Fi, yang dikenal juga sebagai sentra hot spot, saat ini di seluruh dunia memang sedang menggeliat tumbuh. Malah, pertumbuhannya lebih cepat dari jamur di musim hujan. Lebih dari 18 juta orang di seluruh dunia telah memanfaatkan teknologi ini, dan setiap hari jumlahnya makin bertambah. Ribuan penggila teknologi ini mendirikan antena sendiri guna menciptakan sentra Wi-Fi mereka. Sebelumnya, Wi-Fi memang lebih merupakan mainan bagi para penggila dan penggemar teknologi. Kini, berkat kecepatannya yang luar biasa sehingga mampu menekan biaya penggunaan internet menjadi seperempat koneksi berkabel, teknologi ini pun mulai merambat dan populer untuk digunakan di perusahaan. Dari kacamata industri teknologi, ini merupakan tantangan untuk mengubah fenomena penggunaan Wi-Fi secara publik menjadi bisnis global. Untuk itu diperlukan sejumlah langkah guna mengubah sentra Wi-Fi yang sebelumnya tidak teratur lantaran banyak penggila teknologi itu menciptakan jaringan sendiri– menjadi jaringan konsisten dan dapat diandalkan. Jika upaya ini berhasil, Wi-Fi memiliki kekuatan untuk memberi tenaga tambahan bagi internet. Konstelasi Wi-Fi yang andal itu bisa mengembangkan cakupan dan ekspansi internet secara dramatis dengan mengubah sifat mendasar internet itu sendiri.

Para analis mengatakan, jalan yang membentang di hadapan teknologi ini akan diwarnai banyak rintangan. Namun jalan itu akan mengarah pada aliran pertukaran informasi terbaru antara rumah, kantor, bahkan tempat terpencil. Sayangnya di Indonesia, gegap gempita Wi-Fi ini masih terhalang oleh izin frekuensi yang akan diterapkan oleh Departemen Perhubungan lewat Dirjen Postel-nya. Padahal menurut Badan Telekomunikasi Dunia (ITU), frekuensi 2.4 GHz dikategorikan sebagai frekuensi publik yang bebas. Kalau sebelumnya sejumlah penyedia jasa internet dan ISP sudah mulai memakainya sejak beberapa tahun lalu, itu karena di Indonesia sendiri belum ada peraturan yang secara jelas mengaturnya. John Sihar dari IPNet menyebutkan, pihaknya memakai teknologi ini sejak 1996, saat masih belum standar dan masih dikenal sebagai WLAN.

Di Indonesia, karena teknologinya yang murah, perangkat 2.4 GHz ini banyak dipakai di warung internet. Contohnya di Yogyakarta, dari 240 warung internet, sekitar 120 di antaranya telah memanfaatkan frekuensi 2,4 GHz. Sejumlah warnet di Yogya juga membentuk jaringan lokal antar-warnet memakai frekuensi 2.4 GHz. Mereka memilih satu warnet induk yang bertugas meneruskan data dari ISP ke antena warnet anggotanya. Sementara kalau di Jakarta, ada sekitar 2.000 – 3.000 node Wi-Fi yang dipakai untuk Metropolitan Area Network. Dalam hitungan hot spot, tentu jumlahnya jauh lebih banyak lagi. (WH)



WIRELESS INTERNET ACCESS HOTSPOT

Sasaran Gagasan untuk hotspot tanpa kawat adalah untuk menawarkan capaian tinggi 802.11 Internet tanpa kawat mengakses koneksi kebanyakan dari publik populer menempatkan dan menyediakan saat tertentu, menyenangkan dan Internet tanpa kawat cepat Akses untuk orang bisnis.

Hotspot yang tanpa kawat didasarkan pada pengesahan pemakai, model penagihan, Manajemen luas bidang dan management alat. Dalam kaitan dengan keamanan jaringan tanpa kawat, kita ingin mencapai 5A’ yang artinya adalah, Pengesahan, Otorisasi, Akuntansi, Analisa Dan Administrasi.

Ada dua jenis (hotspot) yaitu : Jaringan Area Medium Dan Jaringan Area Kecil, tergantung pada ukuran pemenuhan tanpa kawat. Jaringan Area Kecil yang pada umumnya menyediakan jasa;layanan hotspot tanpa kawat diatas 50 orang dan Area Medium Jaringan dapat menawarkan hotspot tanpa kawat melayani lebih dari 50 orang . Pengesahan Pemakai Dan Manajemen Jaringan dikendalikan oleh N.O.C. ( Network Operation Center) dan kita menyarankan sebai berikut:

3.1.Small Area Network

Authentication.Bandwidth managementor. It’s suitable for small access area to construct secured wireless access.

3.2.Medium Area Network

AP Tanpa kawat untuk menyediakan ketersediaan tinggi jaringan jalur lebar tanpa kawat mengakses SPARKLAN WX-1590 Titik Akses Multi-Fungsi menyediakan pemakai akhir koneksi yang tanpa kawat kepada Internet . Karena capaian lebih baik, masing-masing WX-1590 diusulkan untuk melayani 20 - 30 para pemakai ( untuk lebih dari 100 para pemakai, kemudian 5 kali WX-1590 diusulkan). Menghubungkan WX-1590 ke E810 Power-Over-Ethernet Tombol ( IEEE802.3af baku) untuk memecahkan masalah ini jika persediaan tenaga ARUS BOLAK-BALIK adalah susah untuk menjangkau. UTP kabel/telegram dapat memancarkan data kedua-duanya dan menggerakkan pada waktu yang sama.

G-4000 Pengontrol Akses bekerja sama dengan server RADIUS untuk Pengesahan Pemakai, Otorisasi Dan Akuntansi dalam rangka menyediakan suatu jaringan dijamin aman dan menghindari pengganggu jaringan. G-4000 Pengontrol Akses menyediakan Pengesahan Pemakai, Manajemen Luas bidang Dan Akuntansi.

2000 Manajemen Luas bidang Direktori Aktip: menugaskan luas bidang para pemakai yang berbeda . Sebagai contoh, “ tamu” telah membatasi akses; “ room1234” diijinkan untuk mengakses Internet , E-Mail Dan Jasa Web; “ Pengurus” dapat mempunyai semua akses tanpa pembatasan.

WEP Encryption: PPTP dan IPSEC yang disajikan oleh Menangkan 2000 dan Memenangkan XP untuk memastikan data [itu] dijamin aman transmisi.

Customer Access Services:

Kita dapat menciptakan jasa, layanan ,rekening tanggung jawab pemakai dan penagihan didasarkan pada per jam atau per hari





Tidak ada komentar:

Posting Komentar